MALIMPA

MALIMPA adalah singkatan dari Mahasiswa Muslim Pecinta Alam merupakan Organisasi Kepencinta Alaman dan salah satu bentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), MALIMPA berdiri tanggal 25 Mei 1979 di ikrarkan di gunung Lawu oleh 3 orang senior yang waktu itu merupakan Mahasiswa yang menyukai kegiatan alam.

DIVISI

MALIMPA memiliki empat devisi, yaitu gunung hutan, panjat tebing, susur goa dan arung jeram.

SAR dan Konservasi

Tidak hanya bergiat di alam bebas, namun kami juga peduli dengan bantuan kemanusiaan dan konservasi untuk menjaga alam

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 20 Juni 2017

Ekpedisi Mt. Binaiya TN Manusela Maluku ~ MALIMPA UMS

Ekpedisi Anggota Muda merupakan puncak pada rangkaian pendidikan Anggota Muda MALIMPA sebelum menuju ke jenjang selanjutnya. Dalam ekspedisi Anggota Muda XXXIII MALIMPA ada beberapa misi yang mereka bawa, pengabdian masyarakat di Desa Piliana, Maluku Tengah, pendataan penyebaran populasi tumbuhan endemik Taman Nasional Manusela yaitu pakis binaiya (Cyathea Binayana), dan inventarasasi tanaman obat di sepanjang jalur pendakian via Piliana. Semoga hasil dari ekspedisi ini dapat berguna untuk kalangan luas.


Jumat, 21 April 2017

Lomba Fotografi "Baktiku pada Negeri"

Dalam rangka Milad MALIMPA yang ke-38, MALIMPA mengadakan serangkaian acara untuk memeriahkan Ulang Tahunnya pada tahun ini, salah satunya adalah Lomba Fotografi yang bertemakan "Baktiku pada Negeri"

Ketentuan dan teknis pelaksanaan lomba :
- Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya
- Foto harus sesuai tema “Baktiku pada Negeri” dengan genre Human Interest. Foto karya sendiri, belum  pernah dipublikasikan dan diikutsertakan lomba sejenis
- Jenis dan merek kamera yang digunakan bebas
- Repost poster utama lomba dari akun @malimpa
- Foto yang diambil  diunggah ke instagram wajib memfollow dan mention ke @malimpa dan diberi hastag #miladmlp38 #MLPbaktikupadanegeri
- Foto yang diunduh ke instagram disertai judul foto, caption, nama, lokasi foto
- Peserta dapat mengunduh maksimal 3 foto
- Foto tidak mengandung unsur SARA dan pornografi
- Rekayasa digital hanya diizinkan dalam bentuk cropping, saturasi, highlight, shadow, dogde dan burn tanpa mengubah keaslian objek foto
- MALIMPA tidak bertanggung jawab terhadap tuntutan pihak lain atas penggunaan fasilitas, lokasi, model dan objek lainnya
- Semua foto finalis menjadi milik MALIMPA dan bebas dipergunakan sebagai bahan publikasi tanpa harus meminta izin terlebih dahulu 
- MALIMPA berhak mendiskualifikasi peserta lomba sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan
- Pemenang akan diumumkan pada tanggal 24 Mei 2017 pada acara MILAD MALIMPA 38 dan keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Syarat pengumpulan foto
- Peserta lomba wajib mengirimkan maksimal 3 foto (sesuai yang di unduh instagran) dilengkapi data diri, photo copy ktp dan dikirimkan ke alamat Komplek Griya Masiswa (MALIMPA) Jl. A AYani Tromol Pos 1 Pabelan, Kartasura, Sokoharjo
- Ukuran foto 10R center dengan background putih 12R diserta caption, lokasi pengambilan foto, akun instagram dengan font Times New Roman size 12

Lomba berlangsung pada tanggal 20 April – 20 Mei 2017

Batas akhir penerimaan foto Sabtu, 20 Mei 2017

Pameran karya foto 
24 Mei 2017 di Hall FEB UMS pada puncak perayaan Milad MALIMPA 38

More info
Website malimpa.ukm.ums.ac.id
Facebook Humas Malimpa UMS Solo
Twitter @malimpa
Instagram @malimpa

Selasa, 18 April 2017

Seminar Alat Gunung Hutan Hujan Tropis

Ayo guys, check the date.
Buat kalian anak-anak SMA/SMK sederajat yang hitz tapi tetep safety, join bareng kita di Seminar Alat Gunung Hutan Hujan Tropis.
Kalian bakalan dapet banyak banget ilmu tentang dunia kegunung hutanan.
Kalian bakalan nge-hitz dan tetep safety.
Jangan sampai ketinggalan guys.

Cp : 081225375645 (Heru)

Jumat, 31 Maret 2017

Surat Cinta dari Alam

‘Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air mata berlinang
Emas intanmu terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa’
“Ibu pertiwi”
cipt. Ismail marzuki

Akhir-akhir ini banyak bencana alam yang terjadi di sekitar kita, banjir dimana-mana, gempa menghancurkan kota, gunung berapi erupsi dan bencana alam lainnya yg mengakibatkan kerusakan alam di lingkungan sekitar kita.
Lingkungan sebagai suatu sistem, artinya bahwa lingkungan adalah suatu yang terdiri atas komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan atau seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Lingkungan terdiri atas unsur biotik (manusia, hewan, dan tumbuhan) dan abiotik (udara, air, tanah, iklim, dan lainnya). Allah SWT berfirman, yang artinya :
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.” (Qs. Al-Hijr : 19-20)
Masalah lingkungan adalah berbicara tentang kelangsungan hidup (manusia dan alam). Melestarikan lingkungan sama maknanya dengan menjamin kelangsungan hidup manusia dan segala yag ada di alam dan sekitarnya. Sebaliknya, merusak lingkungan hidup, apapun bentuknya, merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup alam dan segala isinya, tidak terkecuali manusia. Sejak 14 abad silam telah memiliki perhatian khusus terhadap persoalan lingkungan dengan cara memberikan peringatan akibat merusak lingkungan, antara lain yang dinyatakan dalam Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 41 :
(ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ)
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Ruum : 41)
Dalam ayat tersebut dikatakan, kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia yang fasiq (perusak) akan ditimpakan akan ditimpakan kepada manusia itu sendiri (baik mereka yang merusak ataupun yang tidak terlibat) supaya mereka kembali ke jalan yang benar (la’allahum yarji’un).
Rasulullah SAW pun pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Al-Bukhory dan Muslim yang artinya sebagai berikut :
“Barangsiapa diantara orang Islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekah, dan hasil tanaman yang dicuri menjadi sedekah. Dan barangsiapa yang merusak tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari kiamat.”(HR. Muslim)
“..... Rasulullah SAW bersabda : tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan, kecuali baginya dengan tanaman itu adalah sadaqah.” (HR. Al-Bukhory dan Muslim dari Anas)
Kita sebagai umat Islam apabila memiliki lahan jangan sampai ditelantarkan, karena lahan itu apabila dipergunakan dengan baik akan memberi manfaat kepada pemiliknya. Jika pemiliknya tidak mampu untuk memanfaatkannya maka sebaiknya lahan itu diberikan kepada saudaranya atau orang yang lebih bisa memanfaatkannya, dalam sebuah hadist “Dari Abdullah bin Musa, mengabarkan Anza’i dari ‘Athai dari Jabir ra. berkata : Meraka biasa memberikan lahan untuk dikelola dengan imbalan sepertiga, seperempat, dan setengah, maka Nabi SAW bersabda : ‘Barang siapa memiliki lahan, maka hendaklah ia tanami atau ia serahkan kepada saudaranya (untuk dimanfaatkan), apabila ia enggan melakukannya, menahan (tetap memiliki) tanah itu’.” (HR. Al-Bukhory)
Rasulllah melarang merusak lingkungan mulai dari perbuatan yang sangat kecil dan remeh seperti melarang membuang kotoran (manusia) dibawah pohon yang sedang berbuah, di aliran sungai, di tengah jalan, atau ditempat orang berteduh. Rasulullah juga sangat peduli terhadap kelestarian satwa, sebagaimana diceritakan dalam hadist riwayat Abu Dawud. “Rasulullah pernah menegur salah seorang sahabatnya yang pada saat perjalanan mereka mengambil anak burung yang berada disarangnya. Karena anaknya dibawa oleh salah seorang dari rombongan Rasulullah tersebut, maka sang induk terpaksa mengikuti terus kemana rombongan itu berjalan. Melihat yang demikian, Rasulullah menegur lalu menegur sahabatnya tersebut dengan mengatakan ‘siapakah yang telah menyusahkan induk burung ini dan mengambil anaknya ? Kembalikan anak burung tersebut kepada induknya’.”
Berikut adalah beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menganjurkan kita untuk tidak merusak lingkungan disekitar kita :
Qs. Al-Araf : 56
(وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ)
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.
Qs. Al-Qasas : 77
(وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ)
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.
Qs. Al-Baqarah : 11
(وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ)
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”
Kesimpulannya adalah Islam itu agama yang mengajarkan pada umatnya untuk selalu mencintai lingkungan untuk kemaslahatan bersama. Mencintai lingkungan adalah bagian dari spirit Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin atau agam pembawa berkah dan kesejahteraan ummatnya, maka dari itu kita harus memelihara, tidak merusak, dan memanfaatkan lingkungan disekitar kita dengan sebaik mungkin.




Orang yang CERDAS ialah orang yang TAQWA
Orang yang BENAR ialah orang yang DAPAT DIPERCAYA
Orang yang BERIMAN ialah orang yang MAMPU MENJAGA LINGKUNGANNYA

Oleh Ust. Abu Bakar Royani, M.Ag pada Kajian Rohani Malimpa

Selasa, 27 Desember 2016

Pembuatan Pupuk Kompos oleh Pencinta Alam SMPN 2 Colomadu

Jumat, 16 Desember 2016

Buletin MALIMPA Edisi 24 Bulan Desember Rilis

Ada kabar gembira nih buat kita semua, khususnya untuk anggota MALIMPA baik itu AM, AB ataupun ALB. Baik yang berdomisili di Solo ataupun di luar kota Solo. Alhamdulillah Buletin karya teman-teman anggota MALIMPA telah rilis.

Kali ini kami dari Tim Redaksi tidak hanya membuat Buletin versi cetaknya saja. Namun kami juga menyediakan Buletin versi Softfilenya yang tentunya bisa di unduh dari manapun kita berada tanpa harus datang langsung ke sekretariatan MALIMPA yang ada di komplek Griya Mahasiswa Kampus 1 UMS, Pabelan, Surakarta.

Pasti sudah tidak sabar kan untuk melihat dan membaca tulisan karya teman-teman MALIMPA.

Langsung saja download Buletinnya di link berikut.


Versi PDF (106MB) :
Download Buletin MALIMPA Edisi 24 Versi PDF


Versi Flash (128MB) :
Download Buletin MALIMPA Edisi 24 Versi Flash


Selamat Membaca.

Rabu, 25 Mei 2016

Persembahan 37K untuk 37 Tahun MALIMPA

Writed by Ajeng Nurtri Hidayati/Ilmu Komunikasi UMS/NIA 14.32.003 MPA


Indonesia saat ini sedang di hebohkan dengan olahraga “Lari”. Tren ini tidak hanya diminati di Ibukota tapi sudah menjalar ke setiap penjuru kota di Indonesia. Tidak heran komunitas, grup, perkumpulan lari baru – baru ini bermunculan di setiap kota bahkan tingkat nasional. Selain menambah teman baru saat mengikuti komunitas lari ini merekapun membuat jadwal rutin untuk berlari bersama – sama di tempat yang sudah mereka sepakati. Olah karena olahraga ini banyak peminatnya event laripun bertebaran dimana – mana. Kategori lari ada berbagai macam yaitu Jogging (lari santai yang biasanya digunakan untuk latihan atau menjadi rutinitas menjaga kesehatan), lalu ada Trail Run, lari dengan rute di ketinggian biasanya di gunung, nah untuk kategori ini peminatnya rata – rata atlet dan sudah mempersiapkan fisiknya secara matang sebab memiliki resiko tinggi dengan Track susah, licin, menanjak, bahkan terjal dengan jarak tempuh 5K s.d lebih dan untuk mengikuti eventnya biasanya dengan biaya pendaftaran ratusan ribu, wow! Kemudian ada lari Marathon, untuk lari ini dengan rute datar di road (aspal) dengan kejauhan mencapai 42KM s.d lebih.

Olahraga ini juga diminati oleh beberapa anggota MALIMPA. Kami sering berlatih lari untuk mempersiapkan mengikuti suatu kegiatan atau mengikuti suatu event seperti Orientering dan Trail Run. Olahraga inipun diminati oleh Anggota Luar Biasa (ALB) MALIMPA yaitu Mas Warlan NIA 94.10.025 MPA yang memiliki hobi lari dan sudah melakukannya secara rutin sejak dari lama. Tepat pada 25 Mei 2016 kemarin mas Warlan atau yang biasa di panggil Lek Wal memberikan hadiah yang sangat luar biasa kepada MALIMPA yaitu lari dengan jarak tempuh 37K untuk 37TH MALIMPA. Ia memulai kegiatan ini pada pukul 05.00 WIB start dari waduk bade, Boyolali dengan finish di kesekretariatan MALIMPA kampus 1 UMS pada pukul 12.45 WIB. Lek Wal tak sendirian, dia juga di support oleh beberapa anggota MALIMPA lainnya yang turut membantu kegiatan ini sehingga berlangsung dengan lancar. Meskipun anggota lain tidak sepenuhnya ikut lari dari start sampai finish dan hanya membantu memberikan logistik saat sedang istirahat namun Lek Wal tetap terlihat semangat dan tetap terlihat sehat saat sampai di finish.
Terimakasih untuk mas Warlan atas Persembahan 37K untuk 37TH MALIMPA di ulang tahun ke – 37TH kali ini. Semoga tetap memberikan aura semangat kepada seluruh anggota terutama anggota aktif MALIMPA untuk terus melakukan kegiatan yang bermanfaat baik untuk MALIMPA itu sendiri dan untuk lingkungan sekitar serta MALIMPA tetap selalu eksis dan jaya dalam bidangnya.

                                                                                                            Ajeng Nurtri Hidayati

                                                                                                            NIA 14.32.003 MPA